Sabtu, 17 Mei 2014

ketika semua orang indonesia ini menantikan pemilihan presiden yang baru.
akan tetapi apa yang dipikirkan oleh presiden yang terpilih ini akan memperhatikan kami orang kecil di daerah terpencil pula.
pemilihan presiden ini hanya untuk menghabis - habiskan uang negara saja.
coba uang negara ini untuk membangun daerah - daerah yang tertinggal dari pada hanya untuk pemilihan presiden..
semua orang berebut menjadi presiden atau anggota dewan..
pas mau dipilih turun merakyat dan ramah tamah dengan muka yang sudah lelah, mendingan dari pada kampanye sana - sini, coba tidur dirumah dan tidak menghabiskan tenaga.

pidato aja lewat televisi itu sudah cukup...



kampanye cuma di pulau jawa, sumatra, coba datang ke kalimantan dan irian jaya... datang ketempat kami dengarkan suara anak pedalaman ini yang tidak meminta apa pun cuma ingin didengarkan....
kenapa tanah kami yang luas ini dan hutan rimba kami ini hanya untuk didatangkan perusahaan yang besar sementara kami cuma mengadahkan muka melihat hutan kami dirambah....
apakah hutan kami yang dirambah ini sama juga dengan ilegal loging.......

hasil hutan yang sudah dijaga dari nenek moyang sampai kami ini tidak ada artinya....

kami dilarang berladang liar tapi
kenapa perusahaan - perusahaan sawit datang merambah hutan kami tidak dicegah dan larang....



terus apa yang mau kami pakai untuk membangun rumah kami yang terbuat dari hasil alam disekitar kami....



Jumat, 09 Mei 2014

suku yang sudah mengikuti modernisasi akan tetapi tidak melupakan adatnya sendiri

ketika orang dayak uu'd danum melakukan rahap atau pun membuat semi rumah untuk menutupi dari kuburan atau yang disebut dengan dahrlok ( dalam bahasa suku dayak uu'd danum) adalah suatu kebanggaan karna garis keturunan sudah mampu untuk melakukan itu dan menunjukan kepada kampung lain yang berada baik itu kampung yang jauh maupun kampung yang berdekatan dengan kampung yang melaksanakan acara dahrlok.


ketika sanak saudara ataupun anak dan cucu berdomisili jauh dari kampung ia akan tetap pulang untuk mengikuti acara dahrlok ini karna acara ini adalah ungkapan rasa berbahagia dan syukuran yang mampu mereka lakukan untuk mengenang nama dan budi yang telah mereka tanamkan terhadap sanak saudara atau pun anak dan cucu yang telah mereka tinggalkan didunia ini..

Patung ( Thoras ) diatas adalah tanda untuk mengenang arwah yang telah meninggalkan sanak saudara mereka.
suatu kebanggaan bagi masyarakat uu'd danum yang telah mampu melaksanakan acara dahrlok ini.
karna acara ini mengundang beberapa kampung baik kampung yang dekat maupun kampung yang jauh dan mampu memberi makan ribuan orang yang diundang.

dan acara ini setidak - tidaknya paling sebentar 2 minggu dan lamanya tidak terbatas kembali kekemampuan tuan rumah atau yang punya acara dahrlok ini.

sebagai hewan kurbannya yang biasa digunakan adalah sapi, kerbau dan babi serta ayam.
hewan - hewan ini dikurbankan dan sudah disiapkan paling tidak 3 atau 4 tahun sebelum acara ini dilaksanakan.
biasanya sapi seberat 1 ton atau lebih, kerbau 500kg atau lebih, babi 1ton dan ayam ratusan kilo.


Kamis, 08 Mei 2014

apa kesukaan bos itu seperti itu

apa yang lebih enak?

hidup bekerja di kantor pemerintah yang penuh dengan intrik dan perintah yang tidak masuk akal, akan tetapi perintah atasan harus dituruti sedangkan gaji yang tidak memadai itulah nasib tenaga kontrak bukan honorer.

katanya" pejabat seperti kepala bidang alias atasan di bagian adalah pemikir " terus apa staff alias bawahan ini bukan pemikir juga.
katanya pernah menjadi bawahan juga alias staff tapi kenapa juga terus memarahi bawahannya" itu katanya.

katanya seorang pimpinan itu adalah pengambil keputusan" tapi kenapa keputusan yang diambil juga harus marah - marah........ 

terus 
apa tenaga kontrak tapi bukan honorer ini diperkerjakan dikantor pemerintah untuk pelampiasan amarah yang tidak disalurkan........

apa benar demikian?


emmmmmmmmmmm 75% benar sedangkan 25% itu adalah kebodohan dari bawahan yang mau - mau aja dimarah....